Unsur-Unsur Sebuah Cerpen

Unsur-Unsur Sebuah Cerpen (Cerita Pendek)





Dalam sebuah karya sastra terdapat karakteristik tertentu sehingga ada batas yang jelas diantara jenis-jenis karya sastra itu, seperti novel, cerpen, cerbung, dan puisi. Begitupun dengan cerpen (cerita pendek) didalamnya mengandung unsur-unsur yang membangun jalan cerita menjadi sebuah cerpen. Untuk lebih jelasnya tentang hal tersebut akan dijelaskan dibawah ini.

Unsur-Unsur Yang Terdapat Dalam Sebuah Cerpen

1. Tema
Yaitu gagasan inti. Pokok pembicaraan. Tema dalam cerpen bisa diibaratkan dalam sebuah bangunan adalah pondasi. Bangunan tanpa pondasi tidak akan berdiri. Begitu juga dengan cerpen. Dengan kata lain tema dalam sebuah cerpen adalah ide pokok dalam merangkai sebuah cerita, yang didalmnya terkandung pesan moral atau amanat yang ingin disampaikan.

Ide pokok ini bisa berupa ide pemikiran dari pengarang itu sendiri tentang pengalamannya, komentar penulis tentang suatu hal atau peristiwa, bisa juga berupa pandangan dari pengarang tentang sesuatu.
Contohnya dalam cerpen “Salju Kapas Putih” karya Satyagraha Hoerip. Tema yang diangkat dalam cerpen ini yaitu masalah moral yang terjadi di tempat tinggal tokoh “aku”. Cerpen ini menceritakan pengalaman “aku” di negeri asing dan menyoroti masalah moral penduduknya. Tokoh “aku” bisa bertahan dari godaan selingkuh karena masih mempertimbangkan sisi mulia dari moral atau akhlak.

2. Alur atau Plot

Yaitu rangkaian peristiwa yang menggerakkan cerita, atau sebab akibat yang membuat cerita berjalan dengan irama atau gaya dalam menghadirkan ide pokok. Contoh tentang plot ini misalnya, dalam cerita itu dikisahkan Sang Raja mati. Itu disebut jalan cerita. Tetapi raja mati karena sakit hati, itu disebut plot.

3. Penokohan

Yaitu menciptakan citra atau karakter tokoh dalam cerita. Tokoh dalam cerita harus tampak hidup dan nyata hingga para pembaca bisa merasakan kehadirannya. Penokohan ini bisa melalui dua cara yaitu penokohan melalui sifat lahir (fisik) berupa rupa dan bentuk fisik tokoh, dan kedua melalui sifat batin (watak) berupa karakter, pembawaan dan temperamen tokoh.

Cara mendeskripsikan tokoh ini bisa melalui berbagai cara, diantaranya ialah pertama mendeskripsikan tindakan, ucapan atau pikiran sang tokoh. Kedua, menerangkan benda-benda yang ada di sekitar tokoh. Ketiga, menjelaskan tempat tokoh itu berada. Keempat, menceritakan kesan tokoh lain terhadapnya. Dan kelima, penggambaran langsung secara naratif oleh pengarang itu sendiri.

4. Latar atau Setting

Ialah segala keterangan yang berkaitan mengenai waktu, tempat, ruang dan suasana dalam cerita. Latar harus menyatu dengan tema dan plot untuk menghasilkan cerpen yang berkualitas. Misalkan sobat ingin membuat cerita dengan setting zaman kerajaan Majapahit, maka tema dan plotnya pun harus disesuaikan dengan keadaan yang menggambarkan suasana pada masa kerajaan Majapahit tersebut.

5. Sudut Pandang Tokoh
Yaitu pandangan tokoh yang dibangun oleh pengarang. Sudut pandang tokoh ini merupakan visi pengarang yang disampaikan melalui pandangan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita. Jenis sudut pandang tokoh ini diantaranya yaitu, (1) sudut pandang orang pertama. Pengarang menggunakan sudut pandang “aku” atau “saya”. (2) sudut pandang orang ketiga. Pengarang menggunakan tokoh “ia” atau “dia”, atau bisa juga dengan menyebutkan nama tokohnya, seperti “Baron”, “Pak Amat”, Bu Aida”, “Fahri” dan sebagainya. (3) sudut pandang campuran. Pengarang membaurkan antara pendapat pengarang dan tokoh-tokohnya. Semua kejadian dan sikap tokoh diberi komentar dan tafsiran sehingga para pembaca mendapat gambaran mengenai tokoh dan kejadian yang digambarkan.

Itulah unsur-unsur yang ada dalam sebuah cerpen (cerita pendek). Semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat yang sedang mencari referensi atau bacaan tambahan tentang unsur-unsur dalam suatu cerpen. Setelah sobat mendapatkan gambaran yang jelas dan utuh tentang seluk beluk cerpen, sobat bisa segera memulai untuk menulis sebuah cerita. Tentunya sobat sudah tidak sabar untuk segera memulai menulis dan akhirnya menghasilkan sebuah karya sastra. Meskipun karya yang sobat hasilkan belum bisa diterbitkan, setidaknya sobat sudah selesai membuat satu karya. Masih banyak waktu untuk menghasilkan karya yang berkualitas. Bersungguh-sungguhlah dan jangan menunda-nunda untuk segera membuatnya.

Ketika sobat berniat menggoreskan pena atau mengetik tuts komputer untuk menulis cerpen ingatlah pesan dari J.K. Rowling, Mulailah menulis apa saja yang kamu tahu. Menulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri. Kemudian ketika sobat sudah menulis cerpen ingatlah pesan Edgar Allan Poe, Dalam cerpen tak boleh ada satu kata pun yang terbuang percuma, harus punya fungsi, dan tujuan dalam komposisi keseluruhan.


Tulisan ini diramu dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.

Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Menyunting Sebuah Naskah

Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Menyunting Sebuah Naskah




Naskah merupakan file atau draft tulisan yang belum diterbitkan menjadi sebuah buku. Untuk menjadi buku yang siap terbit, naskah mesti melewati sebuah penyuntingan. Bisa jadi dalam naskah atau draft tulisan tersebut masih ada hal-hal yang mesti diperbaiki, kebanyakan dalam segi penulisan kata, ejaan dan juga dari segi perbaikan kalimat yang kurang pas. Proses penyuntingan sebuah naskah buku, novel, cerpen, dan lainnya merupakan langkah yang dilakukan sebelum penerbitan. Maka dari itu bagi para penyunting naskah pemula yang akan terjun ke dalam dunia penyuntingan mesti memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan penyuntingan.

Dalam menyunting sebuah naskah, terdapat hal-hal yang harus diperhatikan oleh penyunting. Hal-hal ini biasa disebut dengan kode etik atau rambu-rambu penyuntingan nakah. Diambil dari berbagai sumber admin akan membagikan tentang hal-hal yang mesti diperhatikan atau kode etik saat menyunting sebuah naskah, yaitu sebagai berikut:

1. Penyunting harus mengetahui persis informasi tentang penulis naskah yang akan disuntingnya

Ada tiga cara  yang bisa dilakukan oleh penyunting naskah untuk mencari informasi tentang si penulis naskah. Pertama, menghubungi penulis secara langsung, bisa melalui bertemu langsung bertatap muka, melalui telepon, atau melalui surat biasa maupun surat elektronik. Kedua, menggali informasi melalui editor penerbit yang pernah bersangkutan dengan penulis, dan ketiga melalui penerbit lain yang pernah menerbitkan karya penulis tersebut.

      2. Penyunting bukanlah penulis naskah

Penyunting naskah hanya bertanggungjawab terhadap kesalahan atau kekurangan kalimat yang terdapat pada naskah. Sebatas merubah sedikit redaksi pemakaian kata dan kalimat. Tidak mengganti isi maupun pesan yang ditulis penulis dalam naskah itu.

      3. Penyunting harus menghargai gaya penulis naskah

Naskah yang sudah disunting oleh penyunting hasilnya harus tetap dalam gaya asli si penulis naskah. Meskipun penyunting mengubah maupun mengganti kesalahaan redaksional, ejaan dan lainnya didalam naskah yang ia sunting, namun itu hanya bersifat memperbaiki bukan mengganti gaya penulisan yang dipakai penulis naskah.

4. Merahasiakan informasi yang terkandung didalam naskah

Informasi yang terkandung didalam naskah yang belum diterbitkan bersifat rahasia. Hanya diketahui oleh penulis dan penyunting. Oleh karenanya penyunting tidak boleh memberikan informasi apapun tentang isi naskah. Dikhawatirkan kalau ada informasi yang keluar tentang isi naskah yang belum diterbitkan, penulis lain akan menulis tema yang sama dan menerbitkannya terlebih dahulu.

5. Penyunting harus berkonsultasi dengan penulis naskah terkait dengan hal-hal yang akan dirubah

Meskipun tugas penyunting adalah membaca kembali sebuah naskah dan memperbaiki kekurangannya, akan tetapi seorang penyunting tidak boleh merasa lebih pintar dari penulis naskah. Dengan seenak sendiri mengganti maupun mengubah hal-hal yang prinsip dalam naskah itu. Oleh karenanya penyunting harus bertanya terlebih dahulu kepada penulis tentang hal yang akan diperbaikinya.

      6. Penyunting harus merawat dan menjaga naskah dengan baik hingga diterbitkan

Terkadang dikantor atau pun dirumah penyunting naskah mengerjakan hal-hal lainnya. Mengerjakan tugas dari kantor, menyunting naskah yang lain dan tugas yang semacamnya sehingga di ruangan atau di meja si penyunting penuh dengan tumpukan atau file naskah-naskah dan tugas. Jadi penyunting harus benar-benar menjaga dengan baik hasil tugasnya dan meempatkan satu tugas didalam satu tempat/ file sehingga tidak tercampu baur dengan tumpukan naskah lain.

Demikianlah beberapa kode etik atau hal-hal yang harus diperhatikan oleh penyunting naskah. Memahami baik-baik aturan tersebut diharapkan penyunting naskah bisa mengerjakan tugasnya dengan baik dan lancar. Dengan begitu pekerjaan menyunting sebuah naskah menjadi pekerjaan yang menyenangkan sekaligus menambah penghasilan. Semakin banyak naskah yang akan terbit setiap tahunnya merupakan sebuah kesempatan besar bagi para penyunting. Selamat bekerja. Semoga bermanfaat.

Sejarah Cerita Pendek (Cerpen)

Sejarah Cerita Pendek (Cerpen)



Pernahkah sobat mendengar ungkapan tak kenal maka tak sayang. Ya, admin yakin sobat sudah pernah mendengarnya, entah dari percakapn sehari-hari, dari buku bacaan, atau dari media cetak maupun elektronik. Makna dari ungkapan itu kurang lebih ialah sebelum kita melakukan atau mendalami sesuatu kita terlebih dahulu harus mengenalnya. Kalau kita sudah mengenalnya, boleh jadi dengan berjalannya waktu hati kita akan menaruh simpati yang lebih daripada sebelum kita mengenalnya.

Begitu juga dengan cerpen (cerita pendek). Sebelum membuat cerpen, alangkah baiknya sobat lebih dulu mengenal sejarah awal mula adanya cerpen. Diharapkan dengan sobat tahu dan mengerti awal mulanya maka sobat lebih tertarik lagi untuk segera membuat cerpen. Mari kita simak bersama sejarah terbentuknya cerpen.

Cerita pendek berawal dari tradisi cerita lisan (tutur) yang menghasilkan kisah atau cerita terkenal seperti Odyssey karya Homer. Kisah tersebut awalnya disampaikan dalam bentuk puisi berirama (irama disini berfungsi agar orang-orang mengingat cerita yang disampaikan).

Jenis kisah atau cerita yang pertama kali diketahui dalam sejarah adalah Fabel. Yaitu cerita rakyat yang mengandung nilai-nilai dan pesan-pesan moral, yang diperkenalkan pertama kali oleh seorang budak dari Yunani bernama Aesop pada abad ke 6 SM. Akan tetapi dalam perkembangannya istilah fabel ini berubah, terutama di Indonesia, istilah fabel diartikan sebagai cerita yang berkaitan dengan dunia binatang, contohnya cerita Si Kancil, dan lainnya.

Pada awal abad ke 14 di benua Eropa tradisi cerita lisan ini mulai dikembangkan menjadi cerita tertulis, terutama dengan diterbitkannya karya Geofrey Chaucer berjudul Canterbury Tales dan karya Giovanni Boccaccio berjudul Decameron. Kedua buku ini disusun dari cerita-cerita pendek yang terpisah yang terdiri dari anekdot lucu dan fiksi sastra.

Kemudian pada pertengahan abad 17 di Perancis terjadi perkembangan penulisan novel pendek bernama “Nouvelle”, oleh pengarang-pengarang seperti Madame de Lafayette. Ketika itu dongeng-dongeng tradisional mulai diterbitkan. Hingga titik puncaknya ketika diterbitkannya terjemahan modern pertama kisah Seribu Satu Malam karya Antoine Galland yang menimbulkan pengaruh besar terhadap cerita-cerita pendek di Eropa.

Kalau kita tarik kesimpulannya dari tulisan diatas bahwasanya sejarah awal mulanya cerpen ialah berasal dari tradisi cerita lisan tentang dongeng-dongeng tradisional, anekdot, dan sejenisnya yang mengandung pesan-pesan moral. Kemudian dari tradisi lisan ini berkembang ke tradisi penulisan. Jadilah kisah-kisah yang tadinya hanya diceritakan melalui media suara kini diganti dengan tradisi tulis. Sehingga berkembanglah penerbit-penerbit buku khususnya yang menerbitkan cerpen.

Bagaimana apakah sobat tertarik untuk menulis cerpen?. Bukankah di negeri kita ini begitu banyak dongeng-dongeng yang disampaikan oleh orang tua kita melalui tradisi lisan? Dan sekaranglah saatnya bagi sobat untuk menuliskan kembali dongeng-dongeng itu menjadi sebuah cerpen yang menarik dan berkualitas. Tentunya ditambahi dengan imajinasi dan kreatifitas dari sobat sekalian.

Diramu dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.

Pengertian Cerita Pendek (Cerpen)

Pengertian Cerita Pendek (Cerpen)

Mengenal Lebih Jauh Tentang Cerita Pendek (Cerpen)



Sumber: carapedia.com


Bagi sobat yang masih bingung untuk menulis cerpen yang berkualitas seperti cerpen yang dihasilkan oleh cerpenis terkenal seperti Putu Wijaya, Agus Noor, Gus Mus, dan cerpenis lainnya, karena sobat tidak tahu cerpen (cerita pendek) itu seperti apa, berisi apa saja, apa yang ada didalam cerpen, apa yang membedakan cerpen dengan novel, bagaimana langkah awal membuat cerpen dan seterusnya. Nah, disini admin akan men-share seluk beluk cerpen dari berbagai sisinya, meskipun tidak secara detail dan mendalam pembahasannya. Disini admin menulis sesuai pengetahuan admin sendiri tentang cerpen, diharapkan tulisan ini bisa membantu untuk segera menyelesaikan tulisan sobat sekalian yang tertunda.

Cerita Pendek yang sering disingkat dengan Cerpen ialah suatu bentuk prosa narasi fiktif. Jalan cerita cerpen cenderung padat dan langsung kepada tujuan ceritanya dibandingkan karya fiksi lainnya yang lebih panjang, seperti novel. Karena singkat, padat dan langsung kepada tujuan ceritanya cerpen yang baik dan menarik mengandalkan teknik-teknik seperti tema, penokohan, bahasa dan plot secara lebih luas dan mendalam.

H.B Jassin salah seorang sastrawan besar Indonesia mengatakan bahwa cerpen harus memiliki bagian perkenalan, pertikaian (konflik), dan penyelesaian. Dari penjelasan yang diutarakan oleh H.B Jassin bisa kita pahami langkah-langkah awal untuk membuat cerpen, yaitu kita awali cerpen dengan pengenalan tokoh-tokoh, plot, dan latar, kemudian kita kembangkan dengan memberikan konflik/ pertikaian diantara tokoh yang ada di dalam cerpen, kemudian langkah terakhir kita tuliskan penyelesaian konflik itu yang mengandung unsur kejutan. Kenapa mengandung unsur kejutan?. Karena kalau kita mengutarakan penyelesaian konflik itu seakan sudah dipahami oleh masyarakat umum, maka yang terjadi adalah para pembaca cerpen akan dibuat bosan dengan akhir cerita kita, karena mereka sudah mengetahui akhir ceritanya. Akan tetapi kalau kita memasukkan sedikit saja unsur kejutan, itu akan membuat para pembaca menilai sisi kreatif dari sang penulis cerpen.

Cerita pendek juga harus memiliki jumlah (kuantitas) kata, antara 500-20.000 kata, satu plot, satu watak dan satu kesan. Dengan jumlah kata kisaran antara 500-20.000 kata, cerpen diharuskan bisa selesai dibaca sekaligus ketika pembaca duduk menunggu bus, kereta api, pesawat, atau sambil antre menunggu karcis. Memiliki satu kesan, karena bahasa cerpen harus ketat dari awal hingga akhir, tidak bertele-tele menerangkan hal-hal yang tidak perlu, dialog hanya khususkan untuk menamppakkan karakter tokoh, menjelaskan konflik, atau menjalankan cerita. Jadi yang dituntut dari seorang yang ingin menulis cerpen adalah efektifitas penggunaan kata dan kalimat.

Meskipun cerpen bersifat fiksi atau khayalan, akan tetapi cerita yang disajikan dalam cerpen harus logis, masuk akal, dan sekiranya penulis mampu meyakinkan pembaca bahwa cerita yang disajikan benar-benar terjadi, bukan suatu rekaan. Oleh sebab itu dibutuhkan adanya konsistensi dari sikap dan karakter tokoh yang merepresentasikan bahwa mereka benar-benar nyata dan hidup.

Terakhir, cerpen mesti menciptakan kesan yang selesai, tidak mengusik pikiran pembaca tentang lanjutan ceritanya. Kesan selesai itu harus meyakinkan pembaca, bahwa cerita yang ada di dalam cerpen itu sudah selesai, tamat, tidak ada lanjutan kisahnya, cerita benar-benar rampung berhenti disitu.


Semoga tulisan mengenal lebih jauh tentang cerpen ini bermanfaat bagi sobat sekalian. Segeralah memulai mengetik cerita yang ingin sobat buat, aplikasikan secara perlahan langkah demi langkah cara penulisan cerpen yang disampaikan di artikel ini, lalu lihatlah kembali hasil karya yang telah sobat buat. Admin tunggu kiriman cerpen dari sobat-sobat semua.

Langkah-Langkah Membuat Cerpen Yang Berkualitas

Langkah-Langkah Membuat Cerpen Yang Berkualitas

Bagi sobat yang masih bingung untuk menulis cerpen yang berkualitas seperti cerpen yang dihasilkan oleh cerpenis terkenal seperti Putu Wijaya, Agus Noor, Gus Mus, dan cerpenis lainnya, karena sobat tidak tahu cerpen (cerita pendek) itu seperti apa, berisi apa saja, apa yang ada didalam cerpen, apa yang membedakan cerpen dengan novel, bagaimana langkah awal membuat cerpen dan seterusnya. Nah, disini admin akan men-share seluk beluk cerpen dari berbagai sisinya, meskipun tidak secara detail dan mendalam pembahasannya. Disini admin menulis sesuai pengetahuan admin sendiri tentang cerpen, diharapkan tulisan ini bisa membantu untuk segera menyelesaikan tulisan sobat sekalian yang tertunda.

Cerita Pendek yang sering disingkat dengan Cerpen ialah suatu bentuk prosa narasi fiktif. Cerpen cenderung padat dan langsung kepada tujuan ceritanya dibandingkan karya fiksi lainnya yang lebih panjang, seperti novel. Karena singkat, padat dan langsung kepada tujuan ceritanya cerpen yang baik dan menarik mengandalkan teknik-teknik seperti tema, penokohan, bahasa dan plot secara lebih luas dan mendalam.

H.B Jassin salah seorang sastrawan besar Indonesia mengatakan bahwa cerpen harus memiliki bagian perkenalan, pertikaian (konflik), dan penyelesaian. Dari penjelasan yang diutarakan oleh H.B Jassin bisa kita pahami langkah-langkah awal untuk membuat cerpen, yaitu kita awali cerpen dengan pengenalan tokoh-tokoh, plot, dan latar, kemudian kita kembangkan dengan memberikan konflik/ pertikaian diantara tokoh yang ada di dalam cerpen, kemudian langkah terakhir kita tuliskan penyelesaian konflik itu yang mengandung unsur kejutan. Kenapa mengandung unsur kejutan?. Karena kalau kita mengutarakan penyelesaian konflik itu seakan sudah dipahami oleh masyarakat umum, maka yang terjadi adalah para pembaca cerpen akan dibuat bosan dengan akhir cerita kita, karena mereka sudah mengetahui akhir ceritanya. Akan tetapi kalau kita memasukkan sedikit saja unsur kejutan, itu akan membuat para pembaca menilai sisi kreatif dari sang penulis cerpen.

Cerita pendek juga harus memiliki jumlah (kuantitas) kata, antara 500-20.000 kata, satu plot, satu watak dan satu kesan. Dengan jumlah kata kisaran antara 500-20.000 kata, cerpen diharuskan bisa selesai dibaca sekaligus ketika pembaca duduk menunggu bus, kereta api, pesawat, atau sambil antre menunggu karcis. Memiliki satu kesan, karena bahasa cerpen harus ketat dari awal hingga akhir, tidak bertele-tele menerangkan hal-hal yang tidak perlu, dialog hanya khususkan untuk menamppakkan karakter tokoh, menjelaskan konflik, atau menjalankan cerita. Jadi yang dituntut dari seorang yang ingin menulis cerpen adalah efektifitas penggunaan kata dan kalimat.

Meskipun cerpen bersifat fiksi atau khayalan, akan tetapi cerita yang disajikan dalam cerpen harus logis, masuk akal, dan sekiranya penulis mampu meyakinkan pembaca bahwa cerita yang disajikan benar-benar terjadi, bukan suatu rekaan. Oleh sebab itu dibutuhkan adanya konsistensi dari sikap dan karakter tokoh yang merepresentasikan bahwa mereka benar-benar nyata dan hidup.

Terakhir, cerpen mesti menciptakan kesan yang selesai, tidak mengusik pikiran pembaca tentang lanjutan ceritanya. Kesan selesai itu harus meyakinkan pembaca, bahwa cerita yang ada di dalam cerpen itu sudah selesai, tamat, tidak ada lanjutan kisahnya, cerita benar-benar rampung berhenti disitu.

Semoga tulisan mengenal lebih jauh tentang cerpen ini bermanfaat bagi sobat sekalian. Segeralah memulai mengetik cerita yang ingin sobat buat, aplikasikan secara perlahan langkah demi langkah cara penulisan cerpen yang disampaikan di artikel ini, lalu lihatlah kembali hasil karya yang telah sobat buat. Admin tunggu kiriman cerpen dari sobat-sobat semua.

Info Lomba Menulis Karya Sastra 2015 Berhadiah Jutaan Rupaih

Info Lomba Menulis Karya Sastra Berhadiah Jutaan Rupaih



Kali ini admin ingin membagikan info tentang lomba menulis karya sastra 2015 berhadiah jutaan rupiah yang diadakan oleh berbagai pihak. Kali aja sobat bisa menjadi juara lomba karya sastra yang sobat ikuti. Hadiahnya bermacam-macam, ada yang berupa smartphone, gadget, bahkan uang tunai yang totalnya jutaan rupiah.

Nah, bagi sobat yang ingin karya tulisnya bisa dipublikasikan dan dibaca oleh masyarakat luas, sobat bisa mencoba langkah berikut ini, yaitu kirimkan karya tulis sobat ke acara lomba menulis karya sastra 2015 berhadiah jutaan rupiah yang diadakan oleh berbagai pihak. seperti lomba yang diadakan oleh universitas-unversitas, lembaga sastra semacam lingkar pena, lpm sketsa, bahkan lomba yang diadakan oleh penerbit ternama seperti Mizan, Gramedia, DIva Press dan penerbit ternama lainnya.

Kalau sobat beruntung, karya sastra yang sobat kirimkan bisa menjadi pemenangnya. Karya sastra sobat dinilai memiliki ide cerita yang orisinil, menarik, dan tentunya menggunakan bahasa yang mengalir. Tentunya sobat tidak ingin karya yang sudah dibuat terbengkalai begitu saja di Hard Disk komputer, bahkan di lembaran-lembaran kertas. Sobat sudah susah payah menulis, siang malam mencoba menyelesaikannya, seminggu bahkan sebulan waktu sobat habiskan untuk membuat sebuah karya sastra, entah itu puisi, cerpen, atau novel. Akan tetapi setelah sobat selesai mengerjakannya malah dibiarkan begitu saja untuk mengisi memori hard disk komputer milik sobat sendiri tanpa berani mencoba mengirimkan karya tulis sobat ke penerbit-penerbit.

Ya, mungkin sobat merasa hasil karya yang sudah selesai ditulis masih banyak kekurangannya, belum sebagus seperti yang di buku-buku yang sudah terbit, ceritanya kurang menarik, bahasanya masih njlimet, dan seabrek alasan yang membuat soban enggan untuk mengirimkan hasil karya yang sobat buat. Lalu bagaimana bisa karya tulis sobat bisa dibilang baik, bagus, dan menarik, kalau karya tersebut didiamkan begitu saja, tidak mencoba mengirimkannya ke penerbit. Walaupun memang persaingan mengirimkan naskah buku sangat sulit, akan tetapi siapa tahu keberuntungan berpihak kepada karya tulis yang sobat buat.

Tapi baiklah, kalau untuk mengirimkan naskah ke penerbit sobat merasa berat untuk melakukannya admin sarankan untuk mencoba mengirimkan naskah karya yang sobat buat ke ajang lomba-lomba karya tulis. Nah, dibawah ini admin bagikan jadwal acara lomba tulis karya sastra 2015 beserta hadiah yang bisa didapat.

1. Lomba menulis cerpen dengan tema disabilitas yang diadakan oleh HMJ Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Surabaya.

Dalam rangka memperingati hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada tanggal 3 Desember 2015 HMJ PLB FIP UNESA mengadakan lomba menulis cerpen bertemakan tentang Disabilitas. Disabilitas atau Anak yang berkebutuhan khusus yaitu anak dengan akrakteristik khusus yang berbeda pada umumnya tetapi tidak identik dengan ketidakmampuan fisik, emosi, dan mental. Contoh ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) yaitu anak yang menyandang tunanetra, tunarungu, tunagrahita, kesulitan belajar, gangguan berperilaku, anak dengan gangguan kesehatan dan lain sebagainya. Karena karakteristik dan permasalah yang dihadapi oleh ABK bersifat khusus maka memerlukan penanganan dan pelayanan pendidikan yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka. Misalnya anak yang temasuk tunanetra membutuhkan pemodifikasian teks bacaan menjadi tulisan braile dan anak yang termasuk tunarungu cara berkomunikasinya dengan menggunakan bahasa isyarat.

Nah, jadi cerpen yang dibuat harus bertemakan tentang anak berkebutuhan khusus. Baik dari sisi persahabtan, percintaan, permasalahan yang dihadapi dilingkungannya, dan yang berkaitan dengan keseharian mereka.

Untuk sobat yang mau mengikuti acara ini, silahkan baca baik-baik dan perhatikan dengan seksama syarat dan ketentuannya.

Pengiriman Naskah          : Tanggal 20 Oktober - 20 November 2015
Pengumuman Pemenang  : 03 Desember 2015

Ketentuan Umum :
1. Cerpen jenis fiksi maupun non fiksi
2. Cerpen yang dibuat bertemakan “Disabilitas”.
3. Berkisar 3-4 halaman, size A4, margin normal, spasi 1,5, jenis font Times New Roman dan justify.
4. Cerpen yang dibuat tidak mengandung sara dan pornografi
5. Belum pernah diikutsertakan dalam lomba apapun
6. Karya bukan merupakan sanduran dan dilarang keras melakukan plagiatisme.
7. Setiap kontributor wajib membeli  buku hasil karya yang telah diterbitkan
8. Sertakan Biodata anda maksimal 50 kata (termasuk akun sosial media) beserta lampiran foto
9. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat
10. Naskah dikirim melalui e-mail mascation2015@gmail.com dengan subject: Lomba Cerpen Disabilitas

Ketentuan Khusus :
1. Add: 
 Facebook : HMJ PLB FIP UNESA
Instagram: Hmjplbunesa
Twitter     : @infoPLB_UNESA
2.    Share info ini ke-25 teman anda
3.    Keterangan lebih lanjut kunjungi blog kami di hmjplbunesamascation.blogspot.co.id


Lomba Menulis Cerpen


Penghargaan :
1.    Bagi pemenang juara 1 dan 2 akan mendapatkan buku cetak, sertifikat cetak serta merchandaise menarik dengan total hadiah jutaan rupiah
2.    20 karya kontributor yang lolos mendapatkan e-sertifikat
KONTAK : 
 CP : Lina (085733855487)
Facebook : HMJ PLB FIP UNESA
Instagram: Hmjplbunesa
Twitter     : @infoPLB_UNESA

Trik Membuat Cerpen Yang Memikat

Trik Membuat Cerpen Yang Memikat



Agar cerpen yang anda buat bisa memikat para pembaca, ada begitu banyak langkah-langkah yang harus diperhatikan. Disini admin akan membagi trik atau langkah membuat cerpen yang memikat, yaitu:

  1. Carilah ide cerita yang menarik dan tidak klise. Mengulang ide cerita seperti "Seribu Satu Malam" nya Aladin adalah pilihan yang kurang tepat, karena akan tampak klise dan sebagian besar pembaca mungkin sudah tahu ceritanya sehingga tidak akan menarik lagi untuk dibaca.
  2. Buatlah lead, yaitu paragraf awal dan kalimat penutup cerita yang menarik. Paragraf awal berfungsi menggiring pembaca untuk masuk ke dalam cerita yang dibacanya sedangkan kalimat penutup adalah kalimat kunci kesan dan pesan yang ingin disampaikan di dalam cerpen.
  3. Buat judul yang bagus dan menarik. Judul sebaiknya mudah diingat dan mudah diucapkan. Contohnya Kartu Pos dari Surga cerpen karya Agus Noor.
  4. Buatlah suspense, kejutan-kejutan yang muncul tiba-tiba. Jangan terjebak pada cerita yang bertele-tele sehingga jalan ceritanya menjadi tidak runut.
  5. Perhatikan setiap tanda baca dan aturan berbahasa yang baik, tetapi tetap tidak kaku. Jangan bosan untuk membaca kembali dan mengedit ulang cerpen yang telah sobat buat.
  6. Terakhir, cerpen harus mengandung kebenaran, keterharuan, dan keindahan. Meskipun cerpen yang sobat buat terinspirasi dari imajinasi sobat tetapi sebisa mungkin ceritanya terkandung kebenaran dan kelogisan seakan-akan itu memang kejadian yang dialami pembaca sehari-hari.
Demikianlah tips yang bisa admin bagikan menurut pengalaman admin sendiri, meskipun admin juga baru memulai membuat cerpen tetapi harapan admin semoga tips ini bisa bermanfaat buat sobat sekalian. Dan selamat mencoba membuat cerpen yang memikat!....

Sugeng Rawuh Poro Sedulur

Terima Kasih Sudah Meluangkan Sedikit Waktu Anda untuk Mengunjungi Blog Ini

Popular Posts

Powered by Blogger.